Kadin Sumbar Bakal Fasilitasi Penjualan Online Produk UMKM

Bisnis.com, PADANG—Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatra Barat berjanji akan memfasilitasi pemasaran produk UMKM daerah itu untuk menjangkau pasar yang lebih luas, terutama melalui penjualan digital.

Ketua Umum Kadin Sumbar Ramal Saleh menyebutkan jangkauan pasar yang masih terbatas merupakan salah satu kendala pengembangan UMKM daerah itu.

“Perlu dibantu pemasarannya. Kami sedang kembangkan e-commerce untuk menampung pemasaran produk UMKM Sumbar. Nanti jualannya juga online, jadi pasarnya lebih luas” katanya, Minggu (19/11/2017).

Dia menuturkan saat ini, pelaku usaha sudah harus melek teknologi dan memprioritaskan pemasaran produk secara daring, mengingat penetrasi internet di Indonesia sangat tinggi. Sekaligus untuk bisa bersaing dengan produk negara lain.

Ramal meyakini produk UMKM Sumbar memiliki kualitas yang bagus, namun terkendala pemasaran, karena minimnya pengetahuan dan kemampuan memanfaatkan teknologi digital.

“Kalau sudah online, produk UMKM Sumbar bisa bersaing dengan produk negara lain. Bisa menjangkau 600 juta konsumen se Asia Tenggara,” ujarnya.

Dia mengungkapkan Kadin tengah menyiapkan strategi pemasaran dan perangkat e-commerce untuk menampung produk usaha daerah itu. Termasuk juga melakukan pendataan UMKM di Sumbar.

Menurutnya, 95% lebih pelaku usaha Sumbar adalah sektor UMKM yang masih berpotensi untuk dikembangkan. Sektor itu, imbuhnya, berperan besar menggerakkan ekonomi daerah dan menopang pertumbuhan.

Ramal menyebutkan Kadin akan lebih memprioritaskan pengembangan UMKM dan pelaku usaha kecil. “Sebab, sesuai undang – undang, Kadin itu adalah perkumpulan pelaku usaha, bukan pengusaha. Maka pelaku usaha kecil ini dulu difasilitasi,” katanya.

Zirma Yusri, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar menyebutkan jumlah UMKM di daerah itu mencapai 900.000 unit. Umumnya bergerak di sektor perdagangan, pertanian dan makanan olahan.

Menurutnya, persoalan UMKM di daerah itu masih menyangkut rendahnya kualitas pengemasan, permodalan, dan terbatasnya akses pasar.

“Kalau kualitasnya tidak perlu diragukan lagi, tapi pengemasannya masih minim, dan jangkauan pasarnya terbatas,” katanya.

Dia mencontohkan produk olahan makanan Sumbar umumnya memiliki cita rasa yang berkualitas tinggi, tetapi pengemasan seadanya. Begitu juga dengan produk kerajinan tangan seperti bordiran, sulaman, dan songket memiliki kualitas bagus, namun belum dikemas dengan baik.

Pemda, katanya, sudah membantu memfasilitasi pengemasan untuk sejumlah produk UMKM, namun jumlahnya terbatas.

Dia mengharapkan peran asosiasi dan lembaga lainnya, seperti perbankan yang memberikan pinjaman kepada pelaku usaha untuk ikut melakukan membinaan dan meningkatkan kemasan produk, sehingga menarik minat konsumen dan bisa dipasarkan secara luas.

 

You Might Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

8 + thirteen =