Pembangunan sejumlah pembangkit listrik di Sumbar selain mampu mengatasi krisis suplay listrik, diharapkan mampu menstimulan pertumbuhan investasi. Yang pada akhirnya mampu menggairahkan perekonomian Sumbar lebih baik lagi. Direncanakan hari ini akan diresmikan pembangkit listrik dengan 300 KVA di Salido Kecil Pessel, penandatanganan kontrak antara PLN dengan kontraktor untuk pembangunan power plant 2x100 di Teluk Sirah Bungus, Memorandum of Understanding (MoU) baru untuk pembangunan power plan 5 KVA di sejumlah lokasi. Selain itu dalam waktu dekat juga akan dilakukan peletakan batu pertama pengatur beban dengan nilai investasi Rp24 miliar.
Ini berarti akan terbangun instalasi suplay Bengkulu, Riau. Bahkan juga direncanakan akan ada pembangunan transmisi termasuk pembangunan tulang punggung listrik untuk Sumatera. Untuk pembuangan power plan 2x100 yang merupakan proyek percepatan PLTU 10.000 MW di atas lahan seluas 40 hektar dengan anggaran Rp 2 triliun. Ini berarti menambah investasi yang masuk ke Sumbar sebesar Rp 2 triliun. ”Kita ingin menciptakan Sumbar sebagai daerah green plan. Karena kita menggunakan energi yang ramah lingkungan dengan menggunakan air. Kalau di Sumsel menjadi lumbungnya energi listrik dari batu bara maka kita akan memanfaatkan air sebagai pembangkit listrik,” kata Gubernur kepada Padang Ekspres kemarin.
Gubernur menilai potensi air yang ada di Sumbar belum sepenuhnya digarap. Saat ini baru 250 MW yang sudah terpasang dari potensi Danau Singkarak, Danau Maninjau. Ini diperkirakan tersedia 300 MW lagi yang bisa dijual. Apalagi di Sijunjung, Limapuluh Kota dan Pasaman juga ada potensi yang bisa dimanfaatkan. ”Setidaknya untuk pengerjaan pembangunan tersebut akan menggunakan material dan tenaga kerja dari sini. Ini akan mengurangi pengangguran di Sumbar yang pada akhirnya mampu meningkatkan ekonomi Sumbar,” lanjutnya. Gubernur optimis, dengan adanya pembangunan pembangkit listrik ini dapat memperbaiki ekonomi Sumbar dan akan menggairahkan investasi di Sumbar. Karena listrik menjadi kebutuhan utama bagi investor yang ingin melakukan investasi.
”Efeknya akan banyak nantinya. Apalagi kita ada kesepakatan akan ada Community Development (CD) dari PLN sebagai bentuk kompensasi yang diberikan dari kegiatan PLN. Nantinya disepanjang transmisi akan dibangun pohon coklat. Karena pohon-pohon yang ada saat ini cukup tinggi dan membahayakan. Tapi pohon coklat paling tinggi hanya 4 meter. PLN bersama pemerintah akan menjaga sehingga menjadi kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ulas Gamawan. Selain menumbuhkan investasi, pembangunan power plan tidak tertutup kemungkinan Sumbar juga akan mensuplai listrik untuk daerah lain. Sehingga tidak ada lagi daerah di Sumbar yang tidak teraliri listrik.
Proyek percepatan PLTU 10.000 MW ini merupakan pembangunan Proyek Percepatan Pembangkit Tenaga Listrik berbahan bakar batubara berdasarkan pada Peraturan Presiden RI Nomor 71 Tahun 2006 tanggal 05 Juli 2006 tentang penugasan kepada PT. PLN (Persero) untuk melakukan Percepatan Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik yang menggunakan batubara. Perpres ini menjadi dasar bagi pembangunan 10 PLTU di Jawa dan 25 PLTU di Luar Jawa Bali. Pembangunan proyek – proyek PLTU tersebut guna mengejar pasokan tenaga listrik yang akan mengalami defisit sampai beberapa tahun mendatang, serta menunjang program diversifikasi energi untuk pembangkit tenaga listrik ke non bahan bakar minyak (BBM) dengan memanfaatkan batubara berkalori rendah yang cadangannya tersedia melimpah di tanah air. Proyek-proyek pembangunan PLTU tersebut diharapkan siap beroperasi tahun 2009/2010 |