Login
  
User name:
Password:
  Registrasi?
  
  HOME
  Berita
  Katalog
  Informasi
  About Us
  Kalender
  Sn Sl Rb Km Jm Sb Mg
>     01 02 03 04 05
> 06 07 08 09 10 11 12
> 13 14 15 16 17 18 19
> 20 21 22 23 24 25 26
> 27 28 29 30      



Event Minggu ini

Tidak ada Event Minggu ini


Event Hari Ini

Tidak ada Even Hari ini
 
  
  
 
  




  


 
OREC Untungkan Sumbar
Oleh feri
Jumat, 09 Mei 2008 11:42:33 Klik: 443 Kirim-kirim Print version download versi msword

Sumbar perlu menyikapi secara dini rencana pembentukan organisasi negara pengekspor beras atau Organization Rice Exporter Country (OREC). Jika sempat terbentuk, OREC akan berpengaruh besar. Apalagi Indonesia sendiri sekarang masih menjadi pengimpor beras. Mau tak mau Pemprov Sumbar perlu berbenah untuk memperbaiki tatakelola perberasannya saat ini. Pengamat Ekonomi Pertanian Unand Prof Helmi mengatakan, Sumbar perlu melihat beras sebagai komoditi yang berbeda. Amerika saat ini berupaya menjadi produsen beras nomor wahid di dunia.

Walaupun beras bukan komoditi penting di sana, namun mereka melihat beras sebagai komoditi yang berpengaruh besar terhadap kesinambungan sebuah negara. ”Saya rasa, untuk menghindari itu, kita perlu terus meningkatkan produksi. Petani memang tidak bisa dipaksa untuk menanam padi, tapi insentif bagi petani beras adalah sebuah cara efektif untuk meningkatkan produksi,” ujarnya pada Padang Ekspres, kemarin. Tahun ini, Sumbar menargetkan produksi padi sebesar 2 juta ton gabah kering giling (GKG). Jumlah tersebut meningkat 3,5 persen dibanding tahun sebelumnya.

Dati data yang ada sejak tahun 2003 hingga tahun 2007, Sumbar selalu mengalami surplus di atas 300 ribu ton setiap tahunnya. Jika tidak dijual ke luar daerah, kebutuhan Sumbar diperkirakan akan cukup. Dalam artian bisa berswadaya. Namun, jelas selama ini peranan untuk pencapaian itu tidak terlihat. Berangkat dari kenyataan ini, Helmi menilai kehadiran OREC mestinya mampu menaikkan posisi tawar Sumbar. Walaupun anggota OREC daerah yang menjadi pemasok beras, namun peluang Sumbar mendapat insentif untuk mendorong peningkatan produksi beras tadi kian besar.

Biarpun begitu, Helmi menilai, petani beras belum menyadari arti penting komoditi yang mereka tanam. Meski demikian, mempertahankan jaminan untuk petani adalah sebuah upaya untuk terus meningkatkan produksi padi. “Selain perlu strategi, dukungan pemerintah sangat menentukan keperhasilan program tersebut,” katanya.

 
Berita Ekonomi dan Bisnis Lainnya
. EKSPOR-IMPOR SUMBAR TURUN
. Ekonomi Indonesia Akan Membaik
. BBM Naik, Disperindag Harus Awasi Distribusi
. Investasi Listrik Gairahkan Ekonomi
. UU Penanaman Modal Disosialisasikan
. Melirik Usaha Ikan Milik Tokoh Pemuda Cupak, Raup Penghasilan Rp10 Juta Per Bulan
. Pola Memperkuat Basis Ekonomi Masyarakat Kecil, Upayakan UMKM Lepas dari Rentenir
. Perusahaan Hongkong Siap Berinvestasi
. Investor Megaproyek Padang Bay City Tandatangani MoU
. Tiga Megaproyek Segera Dibangun
Table 'kadinsum_kadin.mod_publisher_komentar' doesn't exist